Dosen dan Mahasiswa Pendidikan Matematika UM Metro Dorong Kemandirian Kesehatan Keluarga melalui Gerakan Penanaman TOGA di Tulang Bawang Barat

Tulang Bawang Barat – Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Metro turut berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Sosialisasi Masyarakat melalui Gerakan Pemanfaatan dan Penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai Upaya Peningkatan Kemandirian Kesehatan Keluarga di Tiyuh Gunung Timbul.”
Kegiatan yang dilaksanakan bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati di Dusun 5, Tiyuh Gunung Timbul, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat ini merupakan kegiatan pegabdian dengan Tim pengusul pengabdian diketuai oleh Satrio Wicaksono Sudarman, M.Pd. bersama jajaran dosen Program Studi Pendidikan Matematika UM Metro, yang terdiri atas Dr. Nego Linuhung, M.Pd., Ira Vahlia, M.Pd., Hafizha Arwa Dewanti, M.Pd., Rina Agustina, M.Pd., Wardhani Utami Dewi, M.Pd., dan Yeni Rahmawati, ES, M.Pd.. Selain itu, kegiatan ini turut melibatkan 10 mahasiswa lintas program studi di lingkungan FKIP UM Metro.
Adapun mahasiswa yang terlibat antara lain Andan Rifa’i (Pendidikan Guru Sekolah Dasar), Yepi (Bimbingan dan Konseling), Selma Sahfakor (Bimbingan dan Konseling), Citra Saharani (Pendidikan Agama Islam), Khaila Adhasari Boru Manurung (Bimbingan dan Konseling), Agung Ikbal Maulana (Pendidikan Guru Sekolah Dasar), Rintan Salsa Bella (Bimbingan dan Konseling), Pinkan Adi Saputri (Pendidikan Guru Sekolah Dasar), Alin Wulandari (Pendidikan Bahasa Inggris), Maya Febrina (Pendidikan Bahasa Inggris).
Program pengabdian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan dan budidaya Tanaman Obat Keluarga (TOGA), serta belum optimalnya pemanfaatan lahan pekarangan sebagai area penanaman tanaman herbal. Melalui kegiatan ini, tim pengabdian berupaya memberikan edukasi sekaligus praktik langsung agar masyarakat dapat lebih mengenal dan memanfaatkan potensi tanaman di lingkungan sekitar.
Rangkaian kegiatan diawali dengan observasi dan koordinasi bersama pengurus KWT Melati, dilanjutkan dengan persiapan lahan, penanaman, penataan kebun percontohan (demplot), hingga sosialisasi kepada masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, tim bersama anggota KWT Melati berhasil mengembangkan demplot yang terdiri atas sembilan jenis tanaman TOGA, yaitu kencur, jahe, temulawak, lengkuas, temu item, kunyit, daun sirih, kumis kucing, dan jahe merah.
Puncak kegiatan sosialisasi dilaksanakan pada 27 Agustus 2026 di halaman rumah Ketua KWT Melati. Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, dan tanya jawab mengenai jenis-jenis TOGA, manfaat tradisional, teknik penanaman, serta cara pemeliharaannya. Keterlibatan langsung anggota KWT dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya membangun kemandirian dan keberlanjutan program di lingkungan masyarakat.
Sebagai bentuk luaran kegiatan, tim pengabdian juga menyerahkan plang identitas tanaman yang memuat nama dan informasi pemanfaatan tanaman TOGA. Keberadaan demplot dan plang tersebut diharapkan dapat menjadi media edukasi bagi masyarakat sekaligus mendorong warga untuk mulai memanfaatkan pekarangan rumah sebagai tempat budidaya tanaman herbal.
Ketua KWT Melati, Sudartini, bersama anggota kelompok turut berpartisipasi aktif sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan kegiatan. Kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti setelah program KKN berakhir, tetapi dapat terus dikembangkan melalui pemeliharaan kebun TOGA, perbanyakan bibit, dan perluasan penanaman di pekarangan rumah warga.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Metro menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan kepedulian sosial, kemampuan berkolaborasi lintas disiplin ilmu, serta mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan secara langsung dalam kehidupan masyarakat.
Diharapkan, gerakan pemanfaatan dan penanaman TOGA ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan keluarga secara mandiri, memanfaatkan potensi lingkungan, dan mengembangkan kegiatan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.