Dosen Pendidikan Matematika UM Metro, Ira Vahlia, Ikuti Bimtek Revisi Proposal dan RAB Hackathon Deeptech 2026 di Depok

DEPOK, 16 September 2026 – Dosen Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro), Ira Vahlia, M.Pd., mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Revisi Proposal dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) Program Hilirisasi Riset Strategis – Skema Hackathon Deeptech Tahun 2026 di Felfest Universitas Indonesia (UI), Depok, pada 14–16 September 2026.
Dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tersebut, Ira Vahlia hadir sebagai salah satu delegasi UM Metro bersama Sangidatus Sholiha, M.Pd. Keikutsertaan keduanya menjadi bagian dari upaya UM Metro dalam mematangkan persiapan pelaksanaan program inovasi berbasis teknologi untuk mendukung penguatan sektor pangan nasional.
Bimtek ini berfokus pada penyempurnaan proposal dan RAB program unggulan UM Metro bertajuk “Hackathon DeepTech for FoodTech Indonesia: Akselerasi Hilirisasi Inovasi Deep Technology untuk Membangun Smart Food Ecosystem Nasional.” Program tersebut diarahkan untuk mempercepat pengembangan dan hilirisasi inovasi teknologi pangan agar hasil riset perguruan tinggi dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, industri, dan pemangku kepentingan terkait.
Sebagai dosen Pendidikan Matematika, keterlibatan Ira Vahlia dalam program ini menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas disiplin dalam mengembangkan inovasi yang tidak hanya berorientasi pada aspek teknologi, tetapi juga pada penguatan kapasitas sumber daya manusia, kewirausahaan, analisis kebutuhan, dan pengembangan model bisnis yang berkelanjutan.
Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta mengikuti sejumlah tahapan penting, mulai dari coaching clinic substansi proposal, sinkronisasi anggaran, hingga praktik penggunaan aplikasi E-Rispro dan sistem Hiliriset kementerian. Rangkaian kegiatan tersebut bertujuan memastikan kesesuaian substansi program, kesiapan administrasi, serta perencanaan anggaran untuk mendukung pencapaian target luaran.
Program Hackathon Deeptech UM Metro dirancang untuk mendorong lahirnya minimal 20 prototipe inovasi deep technology di sektor pangan dengan Tingkat Kesiapterapan Teknologi (Technology Readiness Level/TRL) 4–6. Selain itu, program ini menargetkan pembentukan tiga startup baru, lima pengajuan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), serta pengembangan minimal tiga proyek percontohan (pilot project) yang dapat diterapkan bersama mitra industri maupun pemerintah daerah.
Target tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong hasil penelitian agar berkembang melampaui publikasi akademik dan memasuki tahap pengujian, penerapan, serta komersialisasi. Dengan demikian, inovasi yang dihasilkan diharapkan memiliki nilai tambah dan mampu menjawab kebutuhan nyata di sektor pangan.
Program ini juga selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 2, yaitu Tanpa Kelaparan (Zero Hunger), serta Tujuan 9, yaitu Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Melalui pengembangan ekosistem pangan cerdas (Smart Food Ecosystem), UM Metro berupaya mendukung pemanfaatan teknologi untuk memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

Partisipasi Ira Vahlia dalam Bimtek ini sekaligus mencerminkan keterlibatan dosen lintas bidang keilmuan dalam mendukung agenda strategis perguruan tinggi. Pengembangan inovasi membutuhkan sinergi antara keahlian akademik, teknologi, kewirausahaan, pengelolaan program, dan kemitraan agar hasil riset memiliki peluang lebih besar untuk diterapkan dan dikembangkan secara berkelanjutan.
Melalui penyempurnaan proposal dan RAB, tim UM Metro diharapkan semakin siap melaksanakan program Hackathon Deeptech 2026 secara terarah, akuntabel, dan berorientasi pada luaran. Kolaborasi dengan mitra industri, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya juga menjadi faktor penting dalam memperluas pemanfaatan inovasi teknologi pangan.
Keikutsertaan Ira Vahlia bersama tim UM Metro dalam kegiatan ini memperkuat komitmen universitas untuk membangun ekosistem riset dan inovasi yang berdampak. Melalui program Hackathon DeepTech for FoodTech Indonesia, UM Metro berupaya menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan industri serta mendorong lahirnya solusi teknologi yang mendukung ketahanan pangan dan pembangunan nasional.