• AddressJl. Ki Hajar Dewantara No. 116 Iringmulyo
  • Email
  • Contact(0725) 42445-42

Dosen Pendidikan Matematika UM Metro Raih Hibah Program Hilirisasi Riset Strategis – Skema Hackathon Deeptech Tahun 2026

METRO, 18 September 2026 – Dosen Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro), Ira Vahlia, M.Pd., menjadi bagian dari tim yang berhasil memperoleh pendanaan Program Hilirisasi Riset Strategis – Skema Hackathon Deeptech Tahun 2026 yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Melalui program tersebut, UM Metro mengusung proposal berjudul “Hackathon Deeptech for Foodtech Indonesia: Akselerasi Hilirisasi Inovasi Deep Technology untuk Membangun Smart Food Ecosystem Nasional.” Capaian ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kontribusi dosen UM Metro terhadap pengembangan riset, inovasi, dan hilirisasi teknologi yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan industri.

Program ini berada di bawah Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Skema Hackathon Deeptech dirancang sebagai wadah pra-inkubasi untuk mendorong pengembangan solusi inovatif berbasis teknologi yang berpotensi dikomersialkan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Dalam proposal yang diajukan, UM Metro memfokuskan kegiatan pada sektor foodtech melalui akselerasi hilirisasi inovasi deep technology untuk mendukung pembangunan Smart Food Ecosystem Nasional. Fokus tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi teknologi pangan yang memiliki nilai tambah, keberlanjutan bisnis, dan peluang kerja sama dengan dunia industri.

Keberhasilan memperoleh pendanaan ini merupakan bagian dari komitmen UM Metro dalam membangun ekosistem riset dan inovasi yang produktif. Hasil penelitian diharapkan tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi purwarupa, produk inovasi, maupun rintisan usaha berbasis teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Penyusunan proposal dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan akademisi lintas disiplin. Atas dukungan pimpinan universitas, tim penyusun kemudian dipercaya untuk mengelola pelaksanaan program melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UM Metro.

Program Hackathon Deeptech 2026 dikelola oleh LPPM UM Metro dengan Triana Asih sebagai Ketua Program. Tim pelaksana terdiri atas akademisi lintas disiplin, yaitu Ira Vahlia, Satrio Budi Wibowo, Miftahuz Zakiyah, Sangidatus Sholiha, Maryati, Etik Puji Handayani, Soni Isnaini, dan Suharno Zen.

Keterlibatan Ira Vahlia sebagai Dosen Pendidikan Matematika menunjukkan bahwa kolaborasi lintas bidang keilmuan memiliki peran penting dalam pengembangan inovasi berbasis teknologi. Kompetensi akademik dan pengalaman dalam bidang pendidikan dapat berkontribusi pada pengembangan kapasitas peserta, penguatan pola pikir inovatif, serta proses pendampingan yang menghubungkan gagasan teknologi dengan kebutuhan pengguna dan peluang usaha.

Dalam pelaksanaannya, tim akan mendukung berbagai tahapan program, mulai dari pengembangan modul pelatihan kewirausahaan, penyusunan business model canvas, strategi komersialisasi produk inovasi, pendampingan penyusunan model bisnis dan analisis pasar, hingga fasilitasi business matching antara peserta dengan investor, industri, dan calon pengguna teknologi.

Ketua Program Hackathon Deeptech 2026, Triana Asih, mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada tim serta dukungan pimpinan UM Metro terhadap pengembangan inovasi berbasis riset.

“Pencapaian pendanaan ini merupakan bukti nyata komitmen UM Metro dalam menjembatani inovasi akademik dengan kebutuhan dunia industri. Melalui Hackathon Deeptech 2026, kami berharap dapat melahirkan purwarupa teknologi maupun startup rintisan yang memiliki keberlanjutan bisnis dan mampu memberikan solusi terhadap persoalan strategis nasional,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua LPPM UM Metro, Satrio Budi Wibowo, menegaskan bahwa perolehan hibah tersebut sejalan dengan peta jalan riset universitas yang diarahkan pada penguatan inovasi, hilirisasi teknologi, dan pemanfaatan hasil penelitian agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta dunia industri.

“Hilirisasi riset menjadi salah satu fokus utama UM Metro. Hasil penelitian tidak cukup hanya berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi harus mampu dikembangkan menjadi inovasi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, industri, dan pemangku kepentingan lainnya,” jelasnya.

Menurutnya, pengembangan riset menuju tahap hilirisasi menjadi bagian penting dalam memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap penyelesaian berbagai persoalan di masyarakat.

Program Hackathon Deeptech 2026 juga mendukung implementasi visi UM Metro sebagai perguruan tinggi yang unggul, profetik-profesional, dan memiliki diferensiasi. Keunggulan diwujudkan melalui penguatan riset dan inovasi berbasis teknologi, sedangkan nilai profetik-profesional tercermin dalam pengembangan inovasi yang berorientasi pada kebermanfaatan, tanggung jawab, dan kemaslahatan masyarakat.

Adapun diferensiasi diwujudkan melalui upaya menghadirkan inovasi yang berangkat dari kebutuhan nyata serta memiliki peluang untuk dikembangkan dan dihilirisasikan. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat posisi UM Metro dalam membangun ekosistem inovasi yang kolaboratif dan berkelanjutan.

Melalui pendanaan Program Hilirisasi Riset Strategis – Skema Hackathon Deeptech Tahun 2026, keterlibatan Ira Vahlia bersama tim lintas disiplin UM Metro diharapkan dapat mendukung akselerasi pengembangan inovasi foodtech, memperluas kemitraan dengan dunia industri, serta mendorong pemanfaatan teknologi untuk membangun ekosistem pangan cerdas yang berkelanjutan di Indonesia.

Capaian ini sekaligus menjadi motivasi bagi sivitas akademika UM Metro untuk terus berkolaborasi, mengembangkan potensi riset, dan menghadirkan inovasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.